RPM 4: Gereja yang Membangun Persektuan (Koinonia)
Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) 4
A. Identitas
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Pahunga Lodu
Kelas/semester : XI
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Alokasi Waktu : 120 menit
Tema : Gereja yang Membangun Persekutuan (Koinonia)
Kelas/semester : XI
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Alokasi Waktu : 120 menit
Tema : Gereja yang Membangun Persekutuan (Koinonia)
B. Profil Peserta Didik
Peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis mendalam, dan ekspresi yang artikulatif, baik lisan maupun tulisan, sebagai persiapan untuk pendidikan tinggi dan karir masa depan.
C. Analisis Materi
- Jenis Pengetahuan: Konseptual dan Prosedural. Memahami konsep persekutuan (koinonia) dalam Gereja dan cara membangunnya berdasarkan model jemaat perdana.
- Relevansi Nyata: Materi ini relevan untuk membangun komunitas yang inklusif dan solider di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
![]() |
| Gambar dari pexels.com |
D. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Dituju
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.
- Gotong Royong.
- Bernalar Kritis.
- Memahami makna Gereja sebagai persekutuan umat beriman (koinonia) yang membangun Kerajaan Allah.
- Menganalisis ciri-ciri Gereja perdana sebagai model persekutuan yang relevan untuk konteks masa kini.
- Mengembangkan keterampilan berkolaborasi dan berkomunikasi dalam membangun persekutuan di berbagai lingkungan.
F. Desain Pembelajaran
1. Understand (Pemahaman) (30 menit)
- Guru menjelaskan konsep persekutuan (koinonia) dalam Gereja, merujuk pada Konsili Vatikan II dan Surat Apostolik "Novo Millennium Ineunte" dari Santo Yohanes Paulus II seperti yang disebutkan pada materi. Tekankan bahwa persekutuan bukan hanya upaya pribadi, melainkan dijalankan dalam kebersamaan.
- Detail bagaimana Gereja purba atau Gereja perdana telah menunjukkan sikap komuniter yang sangat menyolok, seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul.
- Diskusi kelas: Apa arti persekutuan bagi kalian? Bagaimana persekutuan itu terwujud dalam kehidupan sehari-hari?
2. Apply (Penerapan) (60 menit)
- Aktivitas kelompok: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok membaca dan menganalisis teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 4:32-37 tentang jemaat perdana.
- Setiap kelompok mengidentifikasi ciri-ciri persekutuan yang terdapat dalam teks tersebut, seperti yang tertulis dalam materi: persaudaraan, mendengarkan sabda, pelayanan, perayaan iman, dan memberi kesaksian iman.
- Presentasi kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Guru memberikan umpan balik dan peneguhan.
- Diskusi kelas: Bagaimana ciri-ciri persekutuan jemaat perdana dapat diterapkan dalam membangun komunitas di sekolah, keluarga, atau lingkungan sekitar?
3. Reflect (Refleksi) (30 menit)
- Penugasan individu: Peserta didik menuliskan refleksi pribadi tentang pengalaman mereka dalam membangun persekutuan. Apa tantangan yang dihadapi? Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas persekutuan?
- Berdasarkan teks, peserta didik merenungkan bagaimana spiritualitas bukan lagi suatu upaya pribadi belaka, melainkan mesti dijalankan dalam persekutuan.
- Berbagi pengalaman: Beberapa peserta didik berbagi refleksi mereka di depan kelas.
- Guru memberikan kesimpulan dan peneguhan.
G. Penilaian
- Diagnostik: Tanya jawab tentang pemahaman awal peserta didik tentang konsep persekutuan.
- Formatif: Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok dan presentasi. Penilaian hasil analisis teks Kitab Suci.
- Sumatif: Penilaian refleksi tertulis tentang pengalaman membangun persekutuan.
H. Sumber & Media Pembelajaran
- Kitab Suci
- Teks Kisah Para Rasul 4:32-37
- Materi ajar tentang Gereja sebagai persekutuan (koinonia). File yang diunggah dapat digunakan sebagai sumber utama, khususnya tentang gambaran persekutuan umat atau komunitas basis model jemaat perdana.
- Slide presentasi
- Video ilustrasi tentang kehidupan jemaat perdana
I. Diferensiasi
- Konten: Guru dapat menyediakan materi ajar tambahan atau alternatif bagi peserta didik yang membutuhkan, misalnya artikel, video, atau infografis.
- Proses: Guru dapat memberikan pendampingan lebih intensif kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi atau mengerjakan tugas.
- Produk: Peserta didik dapat memilih untuk menyampaikan refleksi mereka dalam bentuk tulisan, rekaman audio, atau video.

Posting Komentar untuk "RPM 4: Gereja yang Membangun Persektuan (Koinonia)"