Tes Sumatif Tema Karya Pastoral Gereja
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
- Jelaskan apa makna liturgi dalam Gereja Katolik!
- Jelaskan apa makna perayaan Ekaristi sungguh-sungguh merupakan sumber dan puncak seluruh hidup kristiani!
- Jelaskan apa makna doa dalam Gereja Katolik!
- Jelaskan makna sakramen dan jelaskan tujuh sakramen Gereja Katolik!
- Jelaskan makna pewartaan (kerygma) dalam Gereja Katolik!
- Sebut beberapa contoh kegiatan pewartaan (kerygma) dalam Gereja Katolik!
- Jelaskan apa makna Gereja yang bersaksi (martyria)!
- Jelaskan apa makna persekutuan (koinonia) dan apa ciri-ciri persekutuan umat atau komunitas basis model jemaat perdana (Kis. 4:32–37)!
- Jelaskan makna pelayanan (diakonia) dan apa dasar pelayanan Gereja Katolik!
- Jelaskan ciri-ciri pelayanan (diakonia) Gereja Katolik!
Kunci Jawaban:
1. Liturgi merupakan perayaan iman. Perayaan iman tersebut merupakan pengungkapan iman Gereja, di mana orang yang ikut dalam perayaan iman mengambil bagian dalam misteri yang dirayakan. Tentu saja bukan hanya dengan partisipasi lahiriah, tetapi yang pokok adalah hati yang ikut menghayati apa yang diungkapkan dalam doa. Kekhasan doa Gereja ini merupakan sifat resminya, sebab justru karena itu Kristus bersatu dengan umat yang berdoa.
2. Tidak ada keterpisahan antara hidup dan ibadat di dalam umat. Pengertian mengenai hidup sebagai persembahan dalam roh dapat memperkaya perayaan Ekaristi yang mengajak seluruh umat, membiarkan diri diikutsertakan dalam penyerahan Kristus kepada Bapa. Dalam pengertian ini, perayaan Ekaristi sungguh-sungguh merupakan sumber dan puncak seluruh hidup kristiani.
![]() |
| Gambar Yasintus Ariman dari pexels.com |
3. Doa berarti berbicara dengan Tuhan secara pribadi; doa juga merupakan ungkapan iman secara pribadi dan bersama-sama. Oleh sebab itu, doa-doa kristiani biasanya berakar dari kehidupan nyata. Doa selalu merupakan dialog yang bersifat pribadi antara manusia dan Tuhan dalam hidup yang nyata ini. Dalam dialog tersebut, kita dituntut untuk lebih mendengar daripada berbicara, sebab firman Tuhan akan selalu menjadi pedoman yang menyelamatkan. Bagi umat kristiani, dialog ini terjadi di dalam Yesus Kristus, sebab Dialah satu-satunya jalan dan perantara kita dalam berkomunikasi dengan Allah. Perantara ini tidak mengurangi sifat dialog antar-pribadi dengan Allah.
4. Tujuh Sakramen Gereja-
- Sakramen Pembaptisan (Mat. 28:19, Yoh. 3:5) adalah sakramen pertama yang kita terima. Pembaptisan menganugerahkan jasa-jasa wafat Kristus di salib ke dalam jiwa kita, serta membersihkan kita dari dosa. Pembaptisan menjadikan kita anak-anak Allah, saudara-saudara Kristus, dan kenisah Roh Kudus. Pembaptisan hanya diterimakan satu kali untuk selamanya namun meninggalkan meterai rohani yang tidak dapat dihapuskan.
- Sakramen Penguatan menjadikan kita dewasa secara rohani dan menjadikan kita saksi-saksi Kristus. Penguatan hanya diterimakan satu kali untuk selamanya namun meninggalkan meterai rohani yang tidak dapat dihapuskan.
- Sakramen Ekaristi disebut juga sakramen mahakudus atau komuni kudus. Ekaristi bukanlah sekadar lambang belaka, tetapi adalah sungguh tubuh, darah, jiwa dan keallahan Yesus Kristus. Dalam mukjizat perayaan Ekaristi, imam mengkonsekrasikan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus dengan kata-kata penetapan yang diambil dari Kitab Suci: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" (1Kor. 11:23–25).
- Sakramen Tobat disebut juga pengakuan atau rekonsiliasi (Yoh. 20:21–23, Amsal 28:13). Kristus memberikan kuasa kepada para rasul untuk mengampuni dosa atas nama-Nya, dan para rasul meneruskan kuasa tersebut kepada penerus-penerus mereka, yaitu para uskup dan imam. Sakramen Tobat mengampuni dosa-dosa yang dilakukan setelah baptis.
- Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Bantuan Tuhan melalui kekuatan Roh-Nya hendak membawa orang sakit menuju kesembuhan jiwa, tetapi juga menuju kesembuhan badan, kalau itu sesuai dengan kehendak Allah. Dan “jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (Mrk. 6:13, Yak. 5:14–15).
- Sakramen Imamat/Tahbisan. Tahbisan memungkinkan para rasul Kristus dan penerus-penerus mereka untuk menerimakan sakramen-sakramen. Ada tiga jenjang sakramen Tahbisan: diakon, imam, dan uskup. Hanya para imam dan uskup yang boleh menerimakan sakramen pengakuan serta mempersembahkan kurban Misa (baca Kej. 14:18, Ibr. 5:5–10, Luk. 22:19, Kis. 6:6, 14:23).
- Sakramen Perkawinan. Sakramen ini, dengan kuasa Allah, mengikat seorang pria dan seorang wanita dalam suatu kehidupan bersama dengan tujuan kesatuan (kasih) dan kesuburan yaitu lahirnya keturunan. (baca Mrk. 10:2–12, Ef. 5:22–33). Perkawinan tidak terceraikan, mengikat seumur hidup (1Kor. 7:10–11, 39, Mat 19:4–9).
5. Pewartaan (kerygma) berarti ikut serta membawa kabar gembira bahwa Allah telah menyelamatkan dan menebus manusia dari dosa melalui Yesus Kristus, Putera-Nya. Bidang karya ini diharapkan dapat membantu umat Allah untuk mendalami kebenaran firman Allah, menumbuhkan semangat menghayati hidup berdasarkan semangat Injil, dan mengusahakan pengenalan yang semakin mendalam akan pokok iman kristiani supaya tidak mudah goyah dan tetap setia.
6. Beberapa karya yang masuk dalam bidang ini, misalnya pendalaman iman, katekese para calon baptis, dan persiapan penerimaan sakramen-sakramen lainnya. Termasuk dalam kerygma ini adalah pendalaman iman lebih lanjut bagi orang yang sudah Katolik lewat kegiatan-kegiatan katekese.
7. Menjadi saksi Kristus berarti menyampaikan atau menunjukkan apa yang dialami dan diketahuinya tentang Yesus Kristus kepada orang lain. Penyampaian penghayatan dan pengalaman akan Yesus itu dapat dilaksanakan melalui kata-kata, sikap, dan perbuatan nyata.
8. Gambaran tentang persekutuan umat atau komunitas basis model jemaat perdana (Kis. 4:32–37). Ciri-ciri utama cara hidup jemaat perdana itu nampak sangat menonjol dalam lima hal, yaitu adanya:
- persaudaraan/persekutuan;
- mendengarkan sabda/pengajaran;
- pelayanan terhadap sesama/solidaritas;
- perayaan iman/pemecahan roti/doa; dan
- memberi kesaksian iman (tentang Tuhan) melalui cara hidup mereka.
9. Dasar pelayanan dalam Gereja adalah semangat pelayanan Kristus sendiri. Yesus berkata, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk. 10:44).
10. Ciri-ciri pelayanan Gereja adalah bersikap sebagai pelayan, setia pada Yesus Kristus, perhatian pada orang miskin dan yang tersingkirkan dalam kehidupan masyarakat serta selalu bersikap rendah hati sebagai murid-murid Yesus.

Posting Komentar untuk "Tes Sumatif Tema Karya Pastoral Gereja"