Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Ke Surga - Perangkat Mengajar Katolik SMA/SMK

Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Ke Surga

A. Pendahuluan

Kematian memang memisahkan manusia yang hidup dan yang mati secara  fisik. Namun pengalaman menunjukkan bahwa secara batin komunikasi dapat berjalan terus. Hal ini dapat dialami oleh orang-orang yang mempunyai kedekatan khusus dengan orang yang sudah meninggal. Dalam masyarakat kebiasaan seperti ini tampak dalam kebiasaan untuk mengenang dan memperingati arwah yang sudah meninggal sampai ratusan tahun. Bahkan menjelang peristiwa-peristiwa penting banyak orang yang sengaja datang ke makam untuk memohon restu. ada juga orang yang diberi karunia bisa bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal, dapat melihat, mengalami atau berkomunikasi dengan mereka.

B. Kebangkitan Yesus Merupakan Peristiwa Sejarah

Kitab Suci Perjanjian Baru menegaskan bahwa kebangkitan Yesus dari alam maut merupakan kejadian yang benar-benar terjadi dalam sejarah manusia dan sejarah keselamatan. Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus sekitar tahun 56 mengatakan: 

Yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu yaitu apa yang telah kuterima sendiri ialah bahwa kristus telah mati karena dosa-dosa kita seusai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci; dan bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. (1Kor 15: 3-4)"

Rasul Paulus berbicara di sini tentang tradisi yang hidup mengenai kebangkitan yang ia dengar sesudah pertobatannya di depan pintu gerbang Damaskus (Bandingkan Kisah Para Rasul 9: 3-18).

Kebangkitan Yesus

1. Kubur Kosong Menandai Kristus yang Bangkit

Kitab Suci Perjanjian Baru mengisahkan tentang kubur kosong sebagai titik awal kisah kebangkitan Yesus. Namun kejadian makam kosong ini tidak langsung dengan sendirinya menjadi bukti tentang kebangkitan. Perempuan-perempuan yang melihat makam Yesus yang kosong, awalnya berpikir bahwa jenazah Yesus diambil orang (bdk Yoh 20: 13; Mat 28: 11-15). 

Meski demikian, makam kosong itu merupakan satu bukti yang sangat penting untuk semua orang. Dengan melihat kejadian makam kosong dan melihat kain kafan terletak di tanah maka mereka menjadi percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit (Yoh 20: 8) Mereka akhirnya percaya bahwa jenazah Yesus tidak diambil oleh manusia dan bahwa Yesus tidak akan kembali lagi ke suatu kehidupan duniawi seperti Lasarus (bdk Yoh 11: 44).

2. Yesus Menampakkan Diri

Kisah bahwa Yesus bangkit dikuatkan dengan kisah penampakan Yesus. Pertama kali Yesus menampakkan diri kepada Maria dari Magdala, Maria ibu Yakobus dan Salome (bdk Mat 28: 9-10; Yoh 20: 11-18). Merekalah saksi kebangkitan Yesus yang pertama kali.Sesudah itu Yesus menampakkan diri kepada Petrus kemudian kepada kedua belas murid-Nya (bdk 1Kor 15: 5).

3. Mengapa Kristus bangkit?

Santo Thomas Aquinas menjelaskan bahwa ada lima alasan mengapa Kristus bangkit, antara lain:

  • Pertama, untuk menyatakan keadilan Allah. Kristus yang rela taat kepada kehendak Allah, menderita dan wafat sudah selayaknya ditinggikan dengan kebangkitan-Nya yang mulia.
  • Kedua, untuk memperkuat iman kita. Rasul Paulus menulis: "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu." (1Kor 15: 14). Dengan kebangkitan-Nya maka Kristus sendiri membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dan membuktikan bahwa kematian-Nya bukanlah suatu kekalahan tetapi merupakan satu kemenangan yang membawa kehidupan.
  • Ketiga, Untuk memperkuat pengharapan. Karena Kristus membuktikan bahwa Dia bangkit dan membawa orang-orang kudus bersama dengan-Nya maka kita dapat mempunyai pengharapan yang kuat bahwa pada saatnya kita pun akan dibangkitkan oleh Kristus. Dan inilah yang menjadi pewartaan para rasul seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus: "Jadi bilamana kami beritakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati bagaimana mungkin ada dari antara kamu mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?" (1Kor 15: 12).
  • Keempat, Agar kita dapat hidup dengan baik. "Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan dia oleh baptisan dalam kematian supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." Dengan demikian kebangkitan Kristus mengajarkan kita untuk senantiasa hidup dalam hidup yang baru yaitu hidup dalam Roh.
  • Kelima, Untuk menuntaskan karya keselamatan Allah. Karya keselamatan Allah tidak berakhir pada kematian Kristus di Kayu Salib tetap berakhir  pada kemenangan Kristus yaitu dengan kebangkitan-Nya. Rasul Paulus menuliskan: "yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita." (Roma 4: 25)
4. Seperti Apakah Kebangkitan Yesus?

  • Tubuh kebangkitan Yesus bukanlah seperti hantu Tetapi tubuh-Nya yang sama, yang disiksa dan disalibkan hanya tubuh tersebut sudah dimuliakan.
  • kebangkitan Yesus bukan berarti Yesus kembali ke kehidupan duniawi. Tubuh Yesus yang bangkit adalah tubuh yang dipenuhi dengan kekuasaan Roh Kudus, tubuh yang Ilahi atau dalam istilah Paulus "Yang Surgawi" (bdk 1 Kor 15: 35-50)
C. Kenaikan Yesus Ke Surga

Selama empat puluh hari setelah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya . Selama itu keadaan-Nya yang mulia masih terselubung dalam sosok tubuh sebagai manusia biasa sehingga para murid-Nya dapat mengenal Dia. Gereja mengimani bahwa Yesus naik ke Surga dengan tubuh dan jiwa-Nya. Hal ini disebabkan karen ke-Allahan-Nya, Yesus senantiasa berada bersama Bapa dan Roh Kudus. Dengan kenaikan-Nya ke Surga dengan tubuh dan jiwa-Nya maka Kristus untuk selamanya membawa persatuan kodrat kemanusiaan-Nya yang telah mulia bersama dengan ke-Allahan-Nya.

1. Makna Kebangkitan Kristus bagi Kita: Dengan kebangkitan Kristus maka terbukalah pintu masuk menuju kehidupan baru yaitu hidup yang dibenarkan oleh Allah atau hidup yang penuh rahmat Allah.

2. Makna Kenaikan Yesus Ke Surga bagi Kita:

Pertama, Kristus adalah Sang Pemimpin kita. Ia akan membawa serta kita yang percaya dan bergabung dengan Dia masuk dalam kemuliaan Surgawi.

Kedua, Kristus menjadi Pengantara kita dengan Bapa. Dengan  kenaikan-Nya ke Surga maka Dia dapat menjadi pengantara kita kepada Allah Bapa, sehingga kita yang berdosa dapat mempunyai kepercayaan yang besar akan belas kasih Allah (1 Yoh 2: 1).

Ketiga, Kita dipanggil untuk hidup berfokus pada hal-hal surgawi. Dengan kenaikan-Nya ke Surga sekali lagi Yesus menegaskan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini melainkan dari Surga. Dengan demikian kita tidak boleh hanya berfokus pada perkara-perkara di bumi melainkan pada perkara-perkara yang di atas atau yang surgawi.

D. Penutup

Demikian pembahasan singkat tentang kebangkitan dan kenaikan Yesus Ke Surga. Seluruh materi dari artikel ini  merupakan hasil penyesuaian materi ajar yang terdapat dalam buku pegangan guru pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk kelas sepuluh serta buku rohani lainnya yang relevan. 

Besar harapan agar ringkasan sederhana ini bisa memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang peristiwa kebangkitan dan kenikan Yesus ke Surga, agar dengan demikian semakin meneguhkan iman kita sekaligus kita sanggup mempertanggungjawabkan kebenaran iman kita akan Yesus Kristus sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Ke Surga"

Posting Komentar