Pandangan Gereja Katolik Terhadap Agama Buddha - Perangkat Mengajar Katolik SMA/SMK

JavaScript

JavaScript

Pandangan Gereja Katolik Terhadap Agama Buddha

Sama seperti agama lainnya yang diakui keberadaannya di Indonesia, Agama Buddha di Indonesia sudah pasti memiliki sumbangan yang signifikan terhadap pembentukan akhlak atau moral bangsa. Dan dalam kehidupan nyata, Gereja Katolik jelas menjumpai atau hidup berdampingan dengan sesama saudara yang beragama Buddha.

Untuk itu pada kesempatan ini akan dibahas secara singkat tentang bagaimana pandangan Gereja Katolik terhadap agama Buddha. Hal ini penting dibicarakan untuk menambah wawasan serta sikap toleransi atas dasar kasih yang lintas batas.

Pandangan Gereja Katolik terhadap agama Buddha akan nyata terlihat dalam dokumen Konsili Vatikan II yang termuat dalam dekrit Nostra Aetate artikel 2 berikut ini: 

Buddha

“....Buddhisme dalam berbagai alirannya mengakui, bahwa dunia yang serba berubah ini sama sekali tidak mencukupi, dan mengajarkan kepada manusia jalan untuk dengan jiwa penuh bakti dan kepercayaan memperoleh keadaan kebebasan yang sempurna, atau – entah dengan usaha sendiri entah berkat bantuan dari atas – mencapai penerangan yang tertinggi. Demikian pula agama-agama lain, yang terdapat di seluruh dunia, dengan berbagai cara berusaha menanggapi kegelisahan hati manusia, dengan menunjukkan berbagai jalan, yakni ajaran-ajaran serta kaidah-kaidah hidup maupun upacara-upacara suci.

Gereja Katolik tidak menolak apa pun, yang dalam agama-agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus, Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun, Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran, dan hidup” (bdk. Yoh 14: 6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, “dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya”.

Maka Gereja mendorong para putranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta peri hidup Kristiani, mengakui, memelihara, dan mengembangkan harta kekayaan rohani dan moral serta nilai-nilai sosio-budaya yang terdapat pada mereka” (Nostra Aetate art. 2).

 Berdasarkan dekrit Nostra Aetate di atas dapat ditarik beberapa pokok pikiran tentang pandangan Gereja Katolik terhadap agama Buddha, antara lain: 

  • Buddhisme mengakui bahwa  dunia yang serba berubah ini sama sekali tidak mencukupi, mengajarkan kepada manusia jalan, dengan jiwa penuh bakti dan kepercayaan untuk memperoleh keadaan kebebasan yang sempurna, entah dengan usaha sendiri atau berkat bantuan dari atas, mencapi penerangan yang tertinggi
  • Sikap Gereja Katolik adalah tidak menolak apa pun yang dalam agama Buddha itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus, Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang memantulkan sinar kebenaran yang menerangi semua orang.
  • Sikap kita sebagai orang Katolik terhadap sesama warga negara Indonesia yang beragama Buddha adalah saling menghargai, saling menghormati, serta saling bekerja sama membangun bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera.

Pandangan Gereja Katolik terhadap agama Buddha sangat bernuansa positif. Gereja Katolik mengakui bahwa meski berbeda dalam banyak hal yang diyakini namun tidak jarang ajaran Buddha juga menampilkan sinar kebenaran yang menerangi semua orang. Hal ini penting disadari agar kita sebagai orang Katolik menjauhkan diri dari sikap fanatisme yang berlebihan.

Demikian pandangan Gereja Katolik terhadap Agama Buddha. Kiranya pandangan ini memberikan pemahaman yang utuh tentang cara Gereja Katolik melihat sesama saudara yang menganut kepercayaan Buddha, namun sekaligus menguatkan iman kita akan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Jalan, Kebenaran, dan Hidup. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pandangan Gereja Katolik Terhadap Agama Buddha"

Posting Komentar