RPM 3: Gereja yang Bersaksi (Martyria)
Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) 3
A. Identtas
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas/semester : XI/Genap
Alokasi Waktu : 120 menit
Tema : Gereja yang Bersaksi (Martyria)
B. Profil Peserta Didik
Peserta didik di kelas XI diharapkan telah memiliki dasar pengetahuan agama Katolik yang cukup baik dan sedang dalam proses pembentukan identitas diri serta pematangan iman. Mereka diharapkan mampu berpikir kritis, analitis, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
C. Analisis Materi
- Jenis Pengetahuan: Konseptual dan Prosedural (memahami konsep kesaksian dan bagaimana menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari).
- Relevansi Nyata: Materi ini sangat relevan karena membantu peserta didik untuk memahami peran mereka sebagai anggota Gereja Katolik dalam mewartakan iman melalui perkataan dan perbuatan di tengah masyarakat yang pluralistik.
![]() |
| Photo by Yaroslav Shuraev from pexels.com |
D. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Dituju
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Meningkatkan kesadaran akan panggilan untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
- Bernalar Kritis: Menganalisis tantangan dan risiko dalam menjadi saksi Kristus.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam proyek yang berkaitan dengan kesaksian iman.
E. Tujuan Pembelajaran
- Memahami makna Gereja yang bersaksi (Martyria) dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengidentifikasi berbagai cara menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan perbuatan.
- Menganalisis tantangan dan risiko dalam menjadi saksi Kristus serta cara menghadapinya.
F. Desain Pembelajaran
1. Understand (Pemahaman) (30 menit)
- Aktivitas: Brainstorming tentang pengalaman menjadi saksi dalam berbagai situasi (misalnya, menjadi saksi dalam kegiatan sekolah, keluarga, atau masyarakat).
- Guru menjelaskan konsep Gereja yang bersaksi (Martyria) berdasarkan Kitab Suci dan ajaran Gereja. Guru dapat merujuk pada poin (e) dari sumber yang menyatakan bahwa "Menjadi saksi Kristus berarti menyampaikan atau menunjukkan apa yang dialami dan diketahuinya tentang Yesus Kristus kepada orang lain".
- Diskusi kelas tentang relevansi menjadi saksi Kristus di era digital saat ini.
2. Apply (Penerapan) (60 menit)
- Aktivitas: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok memilih satu tokoh martir (seperti Santo Stefanus yang disebutkan dalam sumber) atau tokoh современный yang menjadi saksi Kristus melalui tindakan nyata (misalnya, aktivis kemanusiaan atau tokoh agama yang berjuang untuk keadilan).
- Setiap kelompok membuat мини-проект (misalnya, presentasi multimedia, drama singkat, atau poster) yang menggambarkan kehidupan dan kesaksian tokoh tersebut. Proyek ini harus menyoroti bagaimana tokoh tersebut menghadapi tantangan dan risiko dalam mewartakan iman.
- Presentasi hasil proyek oleh setiap kelompok.
3. Reflect (Refleksi) (30 menit)
- Aktivitas: Diskusi kelas tentang pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan para martir dan saksi Kristus.
- Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang pengalaman mereka sendiri dalam menjadi saksi Kristus (atau kurangnya pengalaman tersebut) dan bagaimana mereka dapat meningkatkan kesaksian mereka di masa depan. Refleksi ini dapat mencakup contoh sederhana seperti membuat tanda salib yang disebutkan dalam sumber.
- Guru memberikan umpan balik dan peneguhan.
G. Penilaian
1. Diagnostik:
◦ Pertanyaan pemantik di awal pembelajaran untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik tentang konsep kesaksian.
2. Formatif:
- Keaktifan dalam diskusi kelas.
- Kualitas proyek yang dihasilkan oleh setiap kelompok.
- Refleksi pribadi yang ditulis oleh setiap peserta didik.
3. Sumatif:
◦ Tes tertulis di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang konsep Gereja yang bersaksi dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
H. Sumber & Media Pembelajaran
- Kitab Suci.
- Dokumen Gereja tentang Evangelisasi.
- Video dan artikel tentang tokoh-tokoh martir dan saksi Kristus.
- Slide presentasi.
- Papan tulis atau proyektor.
I. Diferensiasi
1. Diferensiasi Konten:
- Bagi peserta didik yang memiliki kesulitan dalam memahami konsep, guru menyediakan materi tambahan yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
- Bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, guru memberikan tantangan tambahan (misalnya, meneliti lebih dalam tentang tokoh martir atau saksi Kristus tertentu).
2. Diferensiasi Proses:
- Peserta didik dapat memilih cara mereka sendiri untuk menyelesaikan proyek (misalnya, membuat presentasi, drama, atau poster).
- Guru memberikan dukungan individu kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan tugas.
3. Diferensiasi Produk:
- Guru memberikan rubrik penilaian yang jelas dan fleksibel, sehingga peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka tentang materi dengan cara yang berbeda-beda.
- Hasil refleksi pribadi dapat dinilai berdasarkan kedalaman pemikiran dan kejujuran, bukan hanya berdasarkan tata bahasa atau struktur kalimat.
Catatan Akhir: RPM 3 yang ditampilkan di atas telah dibuat dalam bentuk file pdf. bapak dan ibu guru bisa melihat dan mendownloadnya secara gratis DI SINI

Posting Komentar untuk "RPM 3: Gereja yang Bersaksi (Martyria)"