Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 7 Agama Katolik Kelas 10 Semester Genap - Perangkat Mengajar Katolik SMA/SMK

JavaScript

JavaScript

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 7 Agama Katolik Kelas 10 Semester Genap

Setiap guru memiliki caranya masing-masing dalam menyusun atau merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Meski demikian, dalam menyusun RPP guru tetap mengacu pada model kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan yang menjadi ladang pengabdiannya.

Pada kesempatan ini akan disajikan salah satu model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 10 semester genap. RPP yang dibagikan ini merupakan RPP untuk dua kali pertemuan tatap muka. 

RPP ini merupakan RPP yang pertama dengan kompetensi dasar tentang memahami Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan kerajaan Allah. Berikut akan dijabarkan komponen RPP mulai dari Komptensi Inti hingga penilaian.

Photo by Armin Rimoldi from Pexels

1. Kompetensi Inti
Ada empat kompetensi inti yang dijabarkan yakni kompetensi spiritual, kompetensi sosial, komptensi kognitif, dan kompetensi psikomotor.
  1. Kompetensi inti spiritual (KI 1), Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya. 
  2. Komptensi Inti Sosial (KI 2), Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Komptensi Inti Kognitif (KI 3), Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
  4. Kompetensi Inti Keterampilan (KI 4), Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Semua kompetensi inti di atas berlaku sama untuk semua mata pelajaran. Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan agama semua proses pembelajaran wajib mencakup empat kompetensi inti yang ada.

2. Komptensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Komptensi dasar yang disusun harus tetap mengacu pada Kompetensi Inti (KI), yakni kompetensi inti satu (1), kompetensi Inti dua (2), Kompetensi Inti tiga (3), dan kompetensi inti empat (4). Satu hal yang perlu disadari bahwa kompetensi dasar pada semester genap merupakan kelanjutan dari semester sebelumnya (semester ganjil).

Pada semester ganjil ada enam komptensi dasar yang sudah dilewati. Kompetensi dasar selanjutnya dimulai dari komptensi dasar yang ke tujuh. Dengan demikian, kompetensi dasar dimulai dari kompetensi dasar 1. 7 berkaitan dengan sikap spiritual, kompetensi 2. 7 berkatian dengan sikap sosial, kompetensi dasar 3. 7 berkaitan dengan kognitif dan komptensi dasar 4. 7 berkaitan dengan keterampilan.

Berikut dijabarkan masing-masing komptensi dasar dan indiktor pencapaian kompetensi. Indikator pencapaian komptensi ini merupakan turunan dari setiap kompetensi dasar. 

Kompetensi dasar 1.7 tentang Percaya kepada Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah. Indikator pencapaian kompetensinya yakni 1.7.1  Mengimani  untuk percaya kepada Yesus Kristus yang dating untukmewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah

kompetensi dasar 2.7 tentang Bertanggung-jawab  untuk ikut mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah seturut teladan Yesus Kristus. Indikator pencapaian kompetensinya adalah 2.7.1 Memilih sikap  tanggung jawab untuk ikut mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah seturut teladan Yesus Kristus. 

Kompetensi dasar 3.7 tentang Memahami  Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah. Indikator pencapaian kompetensinya antara lain dibuat per pertemuan, yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua 
  • 3.7.1 Menuliskan duafaktor-faktor yang melatarbelakangi Pewartaan Kejaraan Allah pada zaman Yesus(Indikator Pendukung)
  • 3.7.2 Menjelaskan maknakerinduan masyarakat tentang masa depan yang diharapkannya terkait dengan latar belakang masyarakat yang bersangkutan(Indikator Pendukung)
  • 3.7.3 Menentukan gagasan pokok tentang Kerajaan Allah yang diwartakan semasa  hidup-Nya (Indikator Pendukung)
  • 3.7.4 Menganalisis berbagai paham Kerajaan Allah yang berkembang pada masyarakat Yahudi pada zaman Yesus (Indikator Kunci)
  • 3.7.5 Menuliskan  pokok-pokok pewartaan Yesus dalam Perumpamaan (Indikator Pendukung)
  • 3.7.6 MenjelaskanYesus mewartakan Kerajaan Allah lewat perumpamaan-perumpamaan (Indikator Pendukung)
  • 3.7.7 Memberikan contoh perjuangan Yesus mewartakan Kerajaan Allah dalam kondisi masa kini (Indikator Pendukung)
  • 3.7.8 Menganalisis hubungan antara pewartaan dan tindakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah (Indikator Kunci)
  • 3.7.9 Menganalisistindakan-tindakan Yesus dalam hubungan dengan KerajaanAllah (Indikator Kunci)
  • 3.7.10 Menyimpulkan mukjizat-mukjizat Yesus dalam hubungan dengan KerajaanAllah  (Indikator Kunci)
  • 3.7.11 Menyimpulkan pewartaan Yesus dalam hubungan dengan uang/harta, kekuasaan, dan solidaritas (Indikator Kunci) 
Kompetensi dasar 4. 7 tentang Melakukan    aktivitas  (misalnya menuliskan refleksi/puisi/doa)  tentang Yesus Kristus  yang datang untuk mewartakan  dan memperjuangkan Kerajaan Allah. Indikator pencapaian kompetensinya antara lain 
  • 4.7.1 Melakukan  refelksi iman   tentang Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah (Indikator Kunci)
  • 4.7.2 Merancang Puisi tentang Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuang-kan Kerajaan Allah (Indikator Kunci)
  • 4.7.3 Merumuskan doa tentang Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuang-kan Kerajaan Allah (Indikator  Kunci)
3. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dirumuskan sedemikian rupa agar bisa merangkum semua komponen yang ada dalam kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. 

Dengan demikian rumusan tujuan pembelajarannya yakni, melalui pendekatan kateketis dan saintific peserta didik dapat mengimani  untuk percaya kepada Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah dengan memilih sikap  tanggung  jawab untuk ikut mewartakan serta menganalisis  Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah untuk melakukan  aktivitas   (misalnya menuliskan  refleksi/puisi/doa) dengan mengunakan literasi media, Kerja sama, berpikir kritis, kreatif, mandiri, tanggung jawab, dan teliti.

4. Materi  Pembelajaran
4.1 Pembelajaran Reguler

4.1.1  Pertemuan pertama (1)
  1. Makna kerinduan masyarakat tentang masa depanyang diharapkannya terkait dengan latar belakang masyarakatyang bersangkutan
  2. Paham Kerajaan Allah yang berkembang pada masyarakat Yahudi padazaman Yesus 
  3. Faktor-faktor yang melatarbelakangi Pewartaan Kejaraan Allah pada zaman Yeaus
  4. Pokok tentang Kerajaan Allah yang diwartakan semasa  hidup-Nya
 4.1.2 Pertemuan kedua (2)
  1. Hubungan antara pewartaan dan tindakanYesus dalammewartakan Kerajaan Allah;
  2. Yesus mewartakan Kerajaan Allah lewatperumpamaan- perumpamaan;
  3. Pokok-pokok pewartaan Yesus dalam perumpamaan;
  4. Tindakan Yesus dalam hubungandengan KerajaanAllah; 
  5. Mukjizat-mukjizat Yesus dalam hubungan dengan Kerajaan Allah;
  6. Pewartaan Yesus dalam hubungan denganuang/harta, kekuasaan, dan solidaritas;
  7. Cotoh perjuangan Yesus mewartakan Kerajaan Allahdalam kondisi masa kini.
4.2 Pembelajaran Remidial

Bagi peserta didik yang belum menuntaskan Kompetensi Dasar dalam bab ini, dapat diberikan remidial melalui salah satu kegiatan berikut.
  1. Guru menyampaikan pertanyaan kepada peserta didik akan hal-hal apa saja yang  belum mereka pahami.
  2. Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali denganmemberikan bantuan peneguhan-peneguhan yang lebih praktis.
  3. Guru memberikan penilaian ulang untuk penilaian pengetahuan, dengan pertanyaan  yang lebih sederhana, seperti:
  • Bagaimana hubungan antara pewartaan dan tindakanYesus dalam mewartakan Kerajaan Allah;
  • Jelaskanlah paham Kerajaan Allah yang berkembang pada masyarakat Yahudi pada zaman  Yesus
  • Mengapa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui  perumpamaan- perumpamaan;
  • Bagaaiamana mukjizat-mukjizat Yesus dalam hubungan dengan Kerajaan Allah;
  • Apa itu Mukjisat ?
4.3 Pembelajaran Pengayaan

Bagi peserta didik yang telah menuntaskan Kompetensi Dasar dalam Bab ini, dapat diberikan pengayaan melalui salah satu kegiatan berikut:

Guru meminta peserta didik untuk melakukan studi pustaka (ke perpustakaan atau mencari di Koran atau majalah/browsing internet) untuk menemukan artikel atau cerita atau kisah  tentang Yesus Kristus yang datang untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah

5. Pendekatan/Model/Petode Pembelajaran
  • Pendekatan: Pendekatan Kateketis dan Pendekatan Saintifik.
  • Model Pembelajaran: discovery learning
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, Ceritera, Tanya Jawab, Dialog interaktif, Refleksi, Sharing, dan Tugas
6. Media, Alat, Bahan
  • Media: Gambar dan Teks Ceritera
  • Alat: Laptop, LCD dan Infokus
  • Bahan: Lembaran Kerja Siswa (LKS)
7. Sumber Pembelajaran
  • Kitab Suci:Luk 4:14-21; Mrk 1:14-15; Luk 10:1-11; Luk 21:1-11; Mat 13:1-53; Yoh 11:17. 19-45
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Buku Guru  Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan halaman 145-175
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Buku Siswa  Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
  • Pengalaman hidup peserta didik dan Guru
8. Langkah-langkah Pembelajaran

Langkah-langkah pembelajaran merupakan hal-hal penting yang mesti dilakukan guru dan murid, pendidik dan peserta didik, pengajar dan pembelajar. Langkah-langkah pembelajaran ini dibagi dalam dua kali pertemuan tatap muka. 

8.1 Pertemuan Pertama

8.1.1 Pendahuluan

8.1.1.1 Kegiatan awal: 
  • Menyampaikan salam
  • Mengkondisikan kelas
  • Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa 
  • Mengecek kehadiran peserta didik
  • Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional
8.1.1.2 Motivasi: 

Kiasan atau perumpamaan sering dipergunakan hanya sebagai salah satu sarana penyampaian ajaran, nasehat, peneguhan atau sindiran. Ketika disampaikan, orang yang mendengarnya bisa menafsirkan sendiri. Kiasan atau perumpamaan biasanya tidak bersifat langsung menunjuk pada orangnya.

Penggunaan perumpamaan atau kiasan dianggap mudah ditangkap terutama oleh orang sederhana sekalipun. Dalam pengajaran atau pewartaan pemanfaatan bahasa yang dimengerti pendengar sangat penting. Tetapi yang lebih penting lagi kesesuaian antara hidup pengajar dengan yang diajarkannya

8.1.1.3 Apersepsi :
  • Bagaimana gambaran Kerajaan Allah pada Zaman Yesus?
  • Sebutkanlah paham tentang Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus padazaman-Nya!
  • Apa itu Kerajaan Allah?
  • Mengapa Yesus menggunakan perumpamaan dalammewartakan Kerajaan Allah?
8.1.1.4 Guru   menyampaikan  garis   besar   tujuan   pembelajaran    tentang :  Gambaran Kerajaan Allah pada zaman Yesus

8.1.1.5 Guru menyampaiak lingkup penilaian, yaitu: Penilaian sikap, Pengetahuan dan ketrampilanserta teknik penilaian yang akan digunakan

8.1.2 Kegiatan inti

Kegiatan inti antara lain mencakup mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. 

8.1.2.1 Mengamati

Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan melakukan dinamika kelompok, dengan petunjuk sebagai berikut:
  • Peran, beberapa peserta didik (bila jumlahkelompok ada 5, maka ada 5 peserta didik yangditunjuk) berperan sebagai calon wakil rakyat, yang sedang berkampanye. Tiap kelompok mengidentifikasikan diri sebagai kelompok masyarakat tertentu, misalnya: kelompok pedagang kaki lima, buruh pabrik, petani, nelayan, pengusaha, pegawai pemerintah (PNS), guru, pelajar dan lain sebagainya.
  • Persiapan, Tiap kelompok merumuskan tuntutan yang ingin disampaikan kepada calon wakil rakyat yang datang ke daerah mereka.Tuntutan harus disampaikan oleh tiap anggota kelompok secara lisan pada saatcalon wakil rakyat datang. Sementara itu calon wakil rakyat memikirkan: kira-kira apa yang akan dituntut oleh kelompok masyarakatyang akan didatangi, serta  jawaban  apa yang akan disampaikan atas tuntutan mereka. 
  • Jalannya kegiatan antara lain, Kelompok yang mewakili kelompok masyarakat tertentu, berdiri di depan kelas menunggu calon wakil rakyat. Ketika calon wakil rakyat datang menyapa mereka dan mengatakan bahwa dia ingin mencalonkan diri sebagai wakil rakyat yangakan menyuarakan keprihatinan mereka maka ia  meminta dukungan mereka untuk memilihnya dalam pemilu legislatif, lalu meminta kelompok masyarakat menyampaikan tuntutannya. Setelah kelompok masyarakat menyampaikan tuntutan, calon wakil rakyat memberikan tanggapan tentang solusi yang akan dilakukan bila dirinya kelak terpilih. Begitu seterusnya sampai semua calon wakil rakyat dan kelompok mendapat giliran. (Buku  Guru halaman 149-150)
8.1.2.2 Menanya

Guru bersama Peserta didik merumuskan beberapa pertanyaan untuk mendalami hasil permainan dinamika kelompok  dengan  beberapa pertanyaan penuntun  sebagai berikut:
  • Tuntutan kelompok mana yang dianggap  paling menarik? Mengapa? 
  • Dari calon wakil rakyat yang ada, siapa yang dianggap pantas untuk dipilih? Mengapa?
Peserta didik mendiskusikan, menalar, berdasarkan  pertanyaan - pertanyaan   yang  diajukan kepadanya.

8.1.2.3 Mengeksplorasi

Peserta didik dibimbing oleh guru untukmencari, membaca, mengumpulkan informasi dari Kitab Suci : Luk 4:14-21; Markus 1:14-15;Luk 10:1-11; Luk 21:25-31dan mendalami dengan beberapa pertanyaan penuntun sebagai  berikut:
  • Siapa Yesus berkaitan dengan Kerajaan Allah?
  • Dengan cara apa Kerajaan Allah harus disambut?
  • Apa peranan para murid Yesus berkaitan dengan perjuangan Yesus mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah?
  • Kapan kerajaan Allah akan terwujud? Apa tanda-tandanya? Apa yang akan terjadi pada saat Kerajaan Allah diwujudkan?
Setiap kelompok diminta untuk merumuskan hasil diskusi mereka dan diberi kesempatan  untuk mempresentasikan hasilnya.

8.1.2.4 Mengasosiasi

Guru membimbing peserta didik untuk memberikan peneguhan  dan membuat rangkuman/kesimpulan berdasarkan materi pembelajaran hari ini tentang makna kerinduan masyarakat tentang masa depan yang diharapkannya terkait dengan latar belakang masyarakat yang bersangkutan, paham Kerajaan Allah yang berkembang pada masyarakat Yahudi pada zaman Yesus, faktor-faktor yang melatarbelakangi Pewartaan Kejaraan Allah pada zaman Yesus, pokok tentang Kerajaan Allah yang diwartakan semasa  hidup-Nya

8.1.2.5 Mengkomunikasikan

Setiap kelompok diberi kesempatan untuk  memperesentasikan hasil diskusinya di depan kelas, pesertadidik yang lain diberi kesempatan menanggapi presentasi kelompok, guru memberikan peneguhan dan penegasan. Serta catatan-catatan penting.

8.1.3 Kegiatan Penutup 
  • Evaluasi: Guru memberikan pertanyaan singkat tentang : Gambaran Kerajaan Allah pada zaman Yesus
  • Tindak Lanjut: Peserta didik diberi tugas membaca buku  dan literatur lain yang berkaitan dengan materi pokok hari ini
  • Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya: Yesus Mewartakan Kerajaan Allah
  • Guru mengajak Peserta didik, untuk  Menuliskan refleksi tentang nilai-nilai Kerajaan Allah  dalam hidup sehari-hari.
  • Doa : Guru mengajak peserta didik untuk menutup pelajaran dengan doa
8.2 Pertemuan kedua (2)

Sama seperti pertemuan pertama (1), pertemuan kedua ini juga dimulai dari pedahulauan (keagiatan awal, motovasi, apersepsi), kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berikut rinciannya:

8.2.1 Pedahuluan

8.2.1.1 Kegiatan Awal
  • Menyampaikan salam
  • Mengkondisikan kelas
  • Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa 
  • Mengecek kehadiran peserta didik
  • Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional
8.2.1.2 Motivasi: 

Dalam banyak kesempatan Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Perumpamaan itu diambil dari hal-hal yang sangat dekat dengan dunia pendengarnya, misalnya dengan menggunakan simbol penabur, biji sesawi, dsb. 

Sesungguhnya bila Yesus menyampaikan warta tentang Kerajaan Allah, Ia berharap agar siapapun yang mendengarnya dapat mengerti kehendak Allah yang tersembunyi di balik perumpamaan tersebut.Tetapi pewartaan Yesus melalui perumpamaan baru akan dimengerti bila manusia memiliki sikap mau mendengarkan, tidak sekedar mendengar, tetapi memperhatikan dengan seksama, dan tidak sekedar melihat. 
Hanya mereka yang memiliki keterbukaan hati bagi kehendak Allah yang dapat menemukan pesan tersembunyi dari perumpamaan tersebut.

8.2.1.3. Apersepsi
  • Jelaskan paham Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus padazaman-Nya!
  • Jelaskan alasan penggunaan perumpamaan dalam penyampaian gagasan, pikiran atau pengajaran di kalangan masyarakat!
  • Mengapa Yesus menggunakan perumpamaan dalammewartakan Kerajaan Allah?
  • Apa makna mujizat Yesus dalam kaitan dengan paham Kerajaan Allah.
Setelah menyampaikan pertanyaan di atas, guru   menyampaikan  garis   besar   tujuan   pembelajaran    tentang Yesus mewartakan Kejaan Allah. selanjutnya guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu Penilaian sikap, Pengetahuan dan  ketrampilan serta teknik penilaian yang akan digunakan

8.2.2 Kegiatan inti

Ada beberapa komponen yang akan dilalui pada kegiatan ini, antara lain mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

8.2.2.1 Mengamati, Guru mengajak peserta didik untuk membaca, menyimak atau mendengar ceritera tentang Penceramah yang ditinggalkan Pendengarnya

8.2.2.2 Menanya, pada bagian ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan guru dan peserta didik, antara lain: 

1. Guru membibing Peserta didik    untuk merumuskan beberapa pertanyaan untuk mendalami  ceritera  tersebut,  dengan  bantuan pertanyaan sebagai berikut:
  • Apa isi dari pada ceritera tersebit?
  • Mengapa para pendengar tinggalkan penceramah?
  • Apakah anda manfaat dari ceritera itu bagi dirimu?  Mengapa?
2. Peserta didik mendiskusikan, menalar,Berdasarkan pertanyaan  - pertanyaan   yangdiajukan kepadanya

8.2.2.3 Mengeksplorasi

Peserta didik dibimbing oleh guru untuk mencari, membaca, mengumpulkan informasidari Kitab Suci : Mat 13:1-53; Yoh 11:17.19-45 dan mendalami dengan beberapa pertanyaan penuntun sebagai berikut:

Mat 13:1-53
  1. Apa saja (benda / orang) yang digunakan oleh Yesus sebagai pembanding dalam perumpamaan-perumpamaan-Nya ?
  2. Bila Yesus menggunakan hal-hal tersebut (benda/orang) sebagai analogi dalamperumpamaan-Nya, kira-kira masyarakat seperti apa yang mendengar ajaran Yesus? 
  3. Apa alasan Yesus menggunakan perumpamaan untuk mewartakanKerajaan Allah?
  4. Perhatikan masing-masing perumpamaan Yesus dalam kutipan tersebut, Apa makna perumpamaan-perumpamaan Yesus yang diungkapkan dalam kutipan tersebut?
  5. Sikap apa yang dibutuhkan agar mampu memahami perumpamaan Yesus?
Yoh 11:17.19-45
  1. Perasaan apa yang sedang menyelimuti Maria dan Marta? Apa yang dilakukan orangbanyak menanggapi perasaan mereka? Berhasilkah mereka?
  2. Ketika Yesus datang, apa reaksi Yesusmelihat keprihatinan mereka? Apa yangmereka harapkan dari Yesus?  Terkabulkah harapanmereka?
  3. Lihat ayat 19 “banyak orang Yahudi…” apakah selama ini mereka percaya kepadaYesus?Bandingkan dengan ayat36, kemudianbandingkan ayat 45.
  4. Siapa Yesus menurut ayat 41-42.
Setiap kelompok diminta untuk merumuskan hasil diskusi mereka dan diberi kesempatan  untuk mempresentasikan hasilnya

8.2.2.4 Mengasosiasikan

Guru membimbing peserta didik untuk memberikan peneguhan  dan membuat rangkuman/kesimpulan berdasarkan materi pembelajaran hari ini tentang hubungan antara pewartaan dan tindakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah, Yesus mewartakan Kerajaan Allah lewat perumpamaan- perumpamaan, pokok-pokok pewartaan Yesus dalam perumpamaan, tindakan Yesus dalam hubungan dengan Kerajaan Allah, mukjizat-mukjizat Yesus dalam hubungan dengan Kerajaan Allah, pewartaan Yesus dalam hubungan dengan uang/harta, kekuasaan, dan solidaritas, cotoh perjuangan Yesus mewartakan Kerajaan Allah dalam kondisi masa kini.

8.2.2.5 Mengkomunikasikan

Setiap kelompok diberi kesempatan untuk memperesentasikan hasil diskusinya di depan kelas, peserta didik yang lain diberi kesempatan menanggapi presentasi kelompok, guru memberikan peneguhan dan penegasan. Serta catatan-catatan penting.

8.2.3 Kegiatan penutup
  • Peserta didik menciptakan suaana hening untuk merefleksikan seluruh proses pembelajaran hari ini.
  • Evaluasi, Guru memberikan pertanyaan singkat tentang : Yesus Mewartakan Kerajaan Allah
  • Tindak Lanjut, Peserta didik diberi tugas membaca buku  dan literatur lain yang berkaitan dengan materi pokok hari ini
  • Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya
  • Guru mengajak Peserta didik, untuk Menuliskan  refleksi tentang Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah dengan perumpamaan dan mujizat
  • Doa, Guru mengajak peserta didik untuk menutup pelajaran dengan doa
9. Penilaian

Penilaian dibagi  dalam empat bentuk yakni penilaian sikap spiritual, penilaian sikap sosial, Pengetahuan, dan keterampilan. Setiap penilaian memiliki rubriknya masing-masing. 

Pada sikap spiritual dan sosial hal yang harus dilakukan adalah observasi, penialaian diri, dan penilaian antarteman.  Pada penilaian pengetahuan bisa dalam bentuk lisan, tulisan, dan penugasan. Dan, pada penilaian keterampilan, dalam bentuk praktik, produk, proyek, dan portofolio. 

Semua penilain di atas bisa dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung dan saat pembelajaran selesai. Di sini sangat tergantung pada guru dalam mengatur waktu pelaksanaannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 7 Agama Katolik Kelas 10 Semester Genap"

Posting Komentar