JavaScript

JavaScript

Soal Penilaian Harian 2 Agama Katolik Kelas 10 Semester Ganjil

Salah satu kewajiban guru dalam pembelajaran dan pembimbingan adalah menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran dan pembimbingan. Menyusun kisi-kisi  serta butir soal merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan untuk menilai atau mengevaluasi hasil pembelajaran. Kisi-kisi soal  dalam hal ini merupakan spesifikasi yang memuat kriteria soal yang akan ditulis yang meliputi antara lain KD yang akan diukur, materi, indikator soal, bentuk soal, dan jumlah soal. 

Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara proporsional. Pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif dengan kecakapan berfikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai. 

Pada kesempatan ini akan disajikan salah satu contoh kisi-kisi soal Penilaian Harian (PH) 2 untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan budi pekerti kelas 10 semester ganjil. Penilaian Harian 2 ini berkaitan dengan Kompetensi Dasar tentang Memahami sikap dan perilaku patuh terhadap suara hati dan dapat bertindak secara benar dan tepat. Ada pun bentuk penilaiannya adalah ulangan dengan teknik penilaiannya adalah tes tertulis. Teknik penilaian ini juga sudah termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Selanjutnya adalah penyusunan kisi-kisi penilaian dengan memuat kriteria soal yang akan disusun dengan meliputi Kompetensi Dasar (KD) yang akan diukur, lingkup materi, materi, indikator soal, nomor soal, level, dan bentuk soal. 

Setelah menyusun kisi-kisi soal, berikutnya akan disajikan butir soal yang tentu saja di susun berdasatakan indicator soal yang termuat dalam kisi-kisi. Bentuk soal yang akan disajikan berupa pilihan ganda sejumlah lima nomor dan soal uraian juga lima nomor. Berikut sajian lengkapnya:

A. Soal Pilihan Ganda (Pilihlah jawaban A, B, C, D, atau E yang dianggap paling tepat!)

1. Ketika ujian matematika, banyak siswa di kelas Boy bekerja sama dan menyontek karena soal ujian sangat sulit. Boy pun tergoda untuk menyontek. Ia merenung sejenak, jika ia tidak menyontek maka ia akan mendapat nilai yang rendah, tetapi jika ia didapati menyontek, ia akan dikeluarkan dari sekolah sesuai dengan peraturan sekolah. Tindakan yang sesuai dengan hati nurani yang harus dilakukan Boy adalah…

A. melarang teman sekelasnya untuk tidak menyontek
B. melaporkan teman yang menyontek kepada guru
C. mengerjakan soal dengan tenang tanpa dibebani pikirian dan resiko apapun
D. bekerja sambil berdoa tak perlu dibebani dengan hasil
E. menyontek secara diam-diam

2. Bila kita melakukan perbuatan baik, hati nurani memberikan pujian sehingga kita merasakan ketenangan dan kebahagiaan batin. Sebaliknya, bila kita melakukan perbuatan jahat, hati nurani akan memberikan hukuman yang membuat kita merasa bersalah dan tidak tenang. Hal ini menunjukkan peran hati nurani sebagai…

A. Indeks
B. Vindex
C. Iudex
D. Petunjuk
E. Penghukum

3. Simaklah kisah peran hati nurani berikut! 

Seorang hakim telah menjatuhkan vonis dalam suatu perkara pengadilan yang penting. Malam sebelumnya ia didatangi oleh wakil dari pihak terdakwa. Orang itu menawarkan sejumlah uang, bila si hakim bersedia memenangkan pihaknya. Hakim yakin bahwa terdakwa itu bersalah. Bahan bukti yang telah dikumpulkan dengan jelas menunjukkan hal itu. Tapi ia tergiur oleh uang begitu banyak, sehingga tidak bisa lain daripada menerima penawaran itu. Ia telah memutuskan terdakwa tidak bersalah dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum. Kejadian ini sangat menguntungkan untuk dia. Sekarang ia sanggup menyekolahkan anaknya ke luar negeri dan membeli rumah yang sudah lama diidam-idamkan oleh istrinya. Namun demikian, ia tidak bahagia. Dalam batinnya ia merasa gelisah. Ia seolah-olah “malu” terhadap dirinya sendiri. Bukan karena ia takut kejadian itu akan diketahui oleh atasannya. Selain anggota keluarga terdekat tidak ada yang tahu. Prosedurnya begitu hati-hati dan teliti, sehingga kasus suap itu tidak akan pernah diketahui oleh orang lain. Namun kepastian ini tidak bisa menghilangkan kegelisahannya. Baru kali ini ia menyerah terhadap godaan semacam itu. Sampai sekarang ia selalu setia pada sumpahnya ketika dilantik dalam jabatan yang luhur ini. Mengapa kali ini ia sampai terjatuh ? Ia merasa marah dan muak terhadap dirinya sendiri. 

Keputusan yang tepat sesuai hati nurani berdasarkan cerita di atas, adalah ....

A. Tetap berlaku jujur walaupun tidak mendapat keuntungan material
B. Takluk dan berpihak pada pihak yang kuat dan berkuasa
C. Menerima imbalan karena tuntutan kebutuhan keluarga
D. Menggugurkan bukti-bukti kuat untuk membenarkan yang salah
E. Tergiur dengan tawaran yang menjanjikan untuk beralih dari keadilan

4. Rina gadis remaja berwajah jelita. Ia memiliki seorang pacar. Tiba-tiba suatu ketika pacarnya itu memutuskan hubungan dengannya, sementara Rina sudah hamil. Rina menjadi galau dan melakukan aborsi. Penyebab tumpulnya hati nurani Rina adalah ...

A. Rina tidak menghiraukan hati nuraninya
B. Rina yang selalu bersifat ragu-ragu atau bingung
C. Pandangan Rina yang keliru. Misalnya riba dianggap biasa 
D. Pengaruh pendidikan Rina dalam lingkungan keluarga
E. Pengaruh perekonomian dalam kehidupan keluarga Rina

5. Perhatikan data berikut:

1. kemampuan untuk bertindak dengan tidak ada paksaan
2. manusia bertindak segala sesuatu dengan sengaja atau sadar
3. manusia dapat melakukan suatu tindakan atau perbuatan moral
4. bertindak secara bertanggungjawab
5. manusia selalu melarikan diri dari kenyataan

Berdasarkan data di atas yang tidak termasuk kehendak bebas sebagai keistimewaan manusia adalah ...

A. 1 
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

B. Soal Uraian (Jawablah pertanyaan berikut secara tepat!)

6. Jelaskan arti dan makna suara hati!

7. Bacalah dokumen Gereja berikut dari Gaudium Et Spes artikel 16 berikut ini:

Di lubuk hati nuraninya, manusia menemukan hukum, yang tidak diterimanya dari dirinya sendiri, melainkan harus ditaati. Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan menghindari apa yang jahat. Bilamana perlu, suara itu menggemakan dalam lubuk hatinya: jalankan ini, elakkan itu. Sebab dalam hatinya, manusia menemukan hukum yang ditulis oleh Allah. Martabatnya ialah mematuhi hukum itu, dan menurut hukum itu pula ia akan diadili. Suara hati ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar suci; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang pesan-Nya menggema dalam hatinya. Berkat hati nurani dikenallah secara ajaib hukum, yang dilaksanakan dalam cinta kasih terhadap Allah dan terhadap sesama. Atas kesetiaan terhadap hati nurani, umat Kristiani bergabung dengan sesama lainnya untuk mencari kebenaran, dan untuk dalam kebenaran itu memecahkan sekian banyak persoalan moral, yang timbul baik dalam hidup perorangan maupun dalam kehidupan kemasyarakatan.

Rumuskan pandangan Gereja tentang Suara Hati berdasarkan dokumen Gereja di atas!

8. Tulislah 5 penyebab tumpulnya suara hati!

9. Jelaskan secara singkat 3 cara membina suara hati!

10. Bacalah kutipan Kitab Suci Rom 13: 1-7 berikut ini:

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Bualah renungan berdasarkan teks Kitab Suci di atas (minimal 400 kata)!

Demikianlah salah satu contoh kisi-kisi soal yang dilengkapi dengan butir soal Penilaian Harian 2 untuk mata pelajaran pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 10 semester ganjil. Sejatinya kisi-kisi soal ini juga dilengkapi dengan pedoman penskoran. Namun sebagai pengasuh mata pelajaran, kami juga menggunakan atau mengirim soal-soal ini ke peserta didik. Karena alasan inilah maka kami tidak membagikan kunci jawabannya. Semoga dimaklumi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Penilaian Harian 2 Agama Katolik Kelas 10 Semester Ganjil"

Posting Komentar