body { font-family: "Poppins", poppins-fallback, poppins-fallback-android, sans-serif; } /* Poppins font metrics: - ascent = 1050 - descent = 350 - line-gap = 100 - UPM: 1000 AvgCharWidth: - Poppins: 538.0103768 - Arial: 884.1438804 - Roboto: 969.0502537 */ @font-face { font-family: poppins-fallback; src: local("Arial"); size-adjust: 60.85099821%; ascent-override: 164.3358416%; descent-override: 57.51754455%; line-gap-override: 16.43358416%; } @font-face { font-family: poppins-fallback-android; src: local("Roboto"); size-adjust: 55.5193474%: ascent-override: 180.1173909%; descent-override: 63.04108683%; line-gap-override: 18.01173909%; }
/* Hanya terbaca screen reader, tidak terlihat di layar */ .sr-only { position: absolute; width: 1px; height: 1px; padding: 0; overflow: hidden; clip: rect(0, 0, 0, 0); white-space: nowrap; border: 0; }

Soal Essay Agama Katolik Kelas 11 Tema "Membangun Hidup yang Bermartabat" dan Kunci Jawaban Terbaru

1. Jelaskan budaya kasih yang diajarkan Yesus kepada kita menurut perikop Luk 6:27–36!  
Jawab: Yesus bukan saja mengajak kita untuk tidak menggunakan kekerasan menghadapi musuh-musuh, tetapi juga untuk mencintai musuh-musuh dengan tulus. Yesus mengajak kita untuk mengembangkan budaya kasih dengan mencintai sesama, bahkan mencintai musuh (lih. Luk. 6:27–36). 

2. Jelaskan usaha-usaha apa saja untuk membangun budaya kasih sebelum terjadi konflik dan kekerasan!
Jawab: Usaha-usaha membangun budaya kasih sebelum terjadi konflik dan kekerasan antara lain seperti di bawah ini.

  • Dialog dan komunikasi supaya dapat lebih saling memahami kelompok lain. Kita sering memiliki asumsi-asumsi dan pandangan yang keliru tentang kelompok lain. Kalau diadakan komunikasi yang jujur dan tulus, segala prasangka buruk dapat diatasi.
  • Kerja sama atau membentuk jaringan lintas batas untuk memperjuangkan kepentingan umum yang sebenarnya menjadi opsi bersama. Rasa senasib dan seperjuangan dapat lebih mengakrabkan kita satu sama lain.
Foto Yasintus Ariman dari pexels.com

3. Jelaskan apa ajaran Gereja tentang hukuman mati menurut KGK, artikel 2263–2267!
Jawab: Hukuman mati. Gereja tidak mendukung adanya hukuman mati, namun tidak melarangnya juga. Gereja mempertahankan bahwa kuasa negara yang sah berhak menjatuhkan hukuman mati dalam kasus yang amat berat. Memang, dalam kebanyakan kebudayaan, hukuman mati diberlaku-kan. Namun, dalam etika (termasuk moral Katolik), makin diragukan alasan-alasan yang membenarkan hukuman mati, sebab sama sekali tidak jelas, manakah perkara-perkara yang amat berat yang dapat membenarkan hukuman mati. Dalam kaitannya dengan perintah kelima, Katekismus mempertimbangkan topik ini dalam dua perspektif, yakni dari hak untuk mempertahankan diri dan dari perspektif  efek yang ditimbulkan dari sebuah hukuman (KGK 2263–2267).

4. Jelaskan apa ajaran Gereja tentang aborsi menurut Gaudium et Spes, Artikel 51!
Jawab: Aborsi. Gereja membela hidup anak di dalam kandungan, juga kalau (seperti dalam masyarakat Romawi abad pertama dan kedua) pengguguran diterima umum dalam masyarakat. Orang kristiani selalu menentang dan melarang pengguguran. Konsili Vatikan II masih menyebut bahwa pengguguran adalah suatu “tindakan kejahatan yang durhaka”, sama dengan pembunuhan anak. “Sebab Allah, Tuhan kehidupan, telah mempercayakan pelayanan mulia melestarikan hidup kepada manusia, untuk dijalankan dengan cara yang layak baginya. Maka kehidupan sejak saat pembuahan harus dilindungi dengan sangat cermat” (Gaudium et Spes, artikel 51).

5. Jelaskan hak hidup menurut KGK, artikel 2270!
Jawab:  Hak atas hidup. Katekismus Gereja Katolik menegaskan, “Kehidupan manusia harus dihormati dan dilindungi secara absolut sejak saat pembuahannya. Sudah sejak saat pertama keberadaannya, satu makluk manusia harus dihargai karena ia mempunyai hak-hak pribadi, di antaranya  hak atas kehidupan dari makhluk yang tidak bersalah yang tidak dapat diganggu-gugat” (KGK 2270).

6. Jelaskan apa ajaran Gereja tentang euthanasia menurut KGK 2277– 2278, 2279!
Jawab: Euthanasia. Ajaran Gereja Katolik mengenai euthanasia aktif sangat jelas, yakni tidak seorang pun diperkenankan meminta perbuatan pembunuhan, entah untuk dirinya sendiri, entah untuk orang lain yang dipercayakan kepadanya. Penderitaan harus diringankan bukan dengan pembunuhan, melainkan dengan pendampingan oleh seorang teman. Demi salib Kristus dan demi kebangkitan-Nya, Gereja mengakui adanya makna dalam penderitaan, sebab Allah tidak meninggalkan orang yang menderita. Dan dengan memikul penderitaan dan solidaritas, kita ikut menebus penderitaan (lihat KGK 2277, 2279).

7. Jelaskan apa ajaran Gereja  tentang bunuh diri menurut KGK 2280!
Jawab: Bunuh diri. Berkaitan dengan bunuh diri, Gereja Katolik menegaskan, “Tiap orang bertanggung jawab atas kehidupannya. Allah memberikan hidup kepadanya. Allah ada dan tetap merupakan Tuhan kehidupan yang tertinggi. Kita berkewajiban untuk berterima kasih karena itu dan mempertahankan hidup demi kehormatan-Nya dan demi keselamatan jiwa kita. Kita hanya pengurus, bukan pemilik kehidupan dan Allah mempercayakan itu kepada kita. Kita tidak mempunyai kuasa apapun atasnya” (KGK 2280)

8. Jelaskan ajaran Santo Paulus tentang tubuh adalah bait Allah, bila dikaitkan dengan penyalahgunaan narkoba yang berujung pada HIV/AIDS menurut teks 1 Korintus 3:16–17!
Jawab: Santo Paulus mengimbau orang beriman untuk menghormati dirinya sebagai bait Allah. Dengan pernyataan atau penegasan Santo Paulus  tersebut, semakin jelas bahwa diri kita adalah bait Allah. Itu berarti, kekacauan yang terjadi di dalam diri kita juga berarti kekacauan pada bait Allah. Karena itu, mengonsumsi narkoba berarti awal dari usaha merusak bait Allah. Begitu juga kalau pergaulan bebas yang mengarah pada seks bebas akan rentan terhadap HIV/AIDS, juga akan merusak bait Allah (1Korintus 3:16–17).

9. Apa maksud pesan Yesus, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit (Mat. 9:12; Luk. 15:11–32) dalam kaitannya dengan penderita HIV/AIDS?
Jawab: Menyatakan cinta kasih ke-bapa-an Allah yang diarahkan kepada keselamatan setiap pengguna narkoba dan para penderita HIV/AIDS, melalui cinta yang mengatasi rasa bersalah, misalnya dengan kutipan teks Kitab Suci, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit (Mat. 9:12;      Luk. 15:11–32)

10. Hal-hal apa yang perlu dilakukan oleh setiap orang untuk membantu orang lain yang kecanduan Narkoba atau menderita HIV/AIDS?
Jawab: Hal-hal yang perlu dilakukan oleh setiap orang untuk membantu orang lain yang kecanduan narkoba atau menderita HIV/AIDS antara lain di bawah ini.
  • Kita memandang mereka sebagai sahabat, karena itu tidak menjauhi atau  menolak mereka yang kecanduan narkoba atau terinfeksi HIV/AIDS, karena mereka adalah manusia yang paling kesepian di dunia ini. 
  • Berilah mereka peneguhan bahwa mereka dapat mengatasi per-soalannya. Mereka sendiri harus bangkit untuk memulai hidup baru. Singkatnya, jadilah sahabat dan pendamping mereka. Dengarkanlah keluhan para pecandu narkoba dan pengidap HIV 

Posting Komentar untuk "Soal Essay Agama Katolik Kelas 11 Tema "Membangun Hidup yang Bermartabat" dan Kunci Jawaban Terbaru"