body { font-family: "Poppins", poppins-fallback, poppins-fallback-android, sans-serif; } /* Poppins font metrics: - ascent = 1050 - descent = 350 - line-gap = 100 - UPM: 1000 AvgCharWidth: - Poppins: 538.0103768 - Arial: 884.1438804 - Roboto: 969.0502537 */ @font-face { font-family: poppins-fallback; src: local("Arial"); size-adjust: 60.85099821%; ascent-override: 164.3358416%; descent-override: 57.51754455%; line-gap-override: 16.43358416%; } @font-face { font-family: poppins-fallback-android; src: local("Roboto"); size-adjust: 55.5193474%: ascent-override: 180.1173909%; descent-override: 63.04108683%; line-gap-override: 18.01173909%; }
/* Hanya terbaca screen reader, tidak terlihat di layar */ .sr-only { position: absolute; width: 1px; height: 1px; padding: 0; overflow: hidden; clip: rect(0, 0, 0, 0); white-space: nowrap; border: 0; }

10 Pertanyaan yang Wajib Dipahami tentang Manusia Makhluk Pribadi dalam Pendidikan Agama Katolik

Bab pertama buku pelajaran Pendidikan agama Katolik kelas 10 semester ganjil berbicara tentang Manusia Makhluk Pribadi. Pokok bahasan ini dijabarkan lagi menjadi tiga sub pokok bahasan, yakni pertama, Aku Pribadi yang Unik; kedua, Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan; dan ketiga, Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

Berikut ini akan disajikan 10 pertanyaan seputar tiga sub pokok bahasan dimaksud. Pertanyaan-pertanyaan ini disertai kunci jawaban. Hal ini bisa dipakai untuk latihan pemahaman atas materi yang diajarkan di dalam kelas. 

Sepuluh pertanyaan yang dibagikan di sini bersumber dari buku pegangan guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 10 cetakan pertama tahun 2021. 

Foto oleh Yasintus Ariman dari pexels.com

Jawablah Pertanyaan Berikut!

  1. Apa arti manusia itu unik?
  2. Jelaskan kekhasan/keunikan manusia menurut Kitab Suci!
  3. Sikap apa saja yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kemampuan dan keterbatasan yang kamu miliki?
  4. Jelaskan maksud dari kesetaraan gender!
  5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk untuk mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam hidup sehari-hari?
  6. Bagaimana pandangan Kitab Suci dan ajaran Gereja tentang kesetaraan laki laki dan perempuan?
  7. Manusia adalah ciptaan Allah yang bermartabat. Apa maksudnya?
  8. Manusia disebut sebagai citra Allah. Apa maksudnya?
  9. Kegiatan apa saja yang perlu dilakukan dalam upaya mengembangkan kesederajatan antara perempuan dan laki-laki?
  10. Apa saja yang mencirikan bahwa manusia bermartabat sebagai pribadi berdasarkan KGK 357?

Kunci Jawaban

1. Manusia diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya, lengkap dengan kekuatan dan keterbatasannya. Manusia itu unik (unique atau unus = satu), tak ada satu orang pun yang sama persis dengan orang lain, bahkan saudara kembar sekalipun.

2. Kitab Suci Kejadian menceritakannya dengan indah sekali.

  • Waktu menciptakan manusia, Tuhan merencanakan dan menciptakan nya menurut gambar dan rupa-Nya, menurut citra-Nya (Kej. 1:26).
  • Waktu menciptakan manusia, Tuhan “bekerja” secara istimewa. “Tuhan membentuk manusia dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya” (Kej. 2:7).
  • Segala sesuatu, termasuk taman Firdaus itu diserahkan untuk manusia (Kej. 1:26), Bukankah manusia itu istimewa? Tuhan memperlakukan manausia secara khusus. Manusia sudah dipikirkan dan direncanakan oleh Tuhan sejak keabadian. Kehadiran manusia di bumi dipersiapkan dan diatur secara teliti dan mengagumkan. Manusia sungguh diperlakukan sebagai “orang” sebagai pribadi “seperti” Tuhan sendiri.

3. Sikap apa saja yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kekuatan dan keterbatasan adalah menerima diri apa adanya dan mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan yang terindah dalam hidupnya.

4. Maksud kesetaraan gender adalah suatu kondisi dimana semua manusia (baik laki-laki maupun perempuan) bebas mengembangkan kemampuan personal mereka dan membuat pilihan-pilihan tanpa dibatasi oleh stereotype, peran gender yang kaku. Hal ini bukan berarti bahwa perempuan dan laki-laki harus selalu sama, tetapi hak, tanggung jawab dan kesempatannya tidak dipengaruhi oleh apakah mereka dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan.

5. Upaya untuk mewujudkan kesetaraan dalam masyarakat yang dapat kita lakukan adalah:

  • Mengakhiri diskriminasi terhadap semua wanita dan anak perempuan.
  • Meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam berbagai kegiatan.
  • Menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak baik di ranah publik maupun pribadi. Hal ini termasuk perdagangan manusia dan eksploitasi seksual pada perempuan dan anak.
  • Meningkatkan pelayanan umum dan kebijakan publik yang lebih pro terhadap perempuan.

6. Pandangan Kitab Suci tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan.

  • Pria dan wanita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, untuk menjadi teman hidup. Pria saja tidaklah lengkap. Allah sendiri berkata: “Tidaklah baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan seorang penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej. 2:18). Untuk menyatakan bahwa wanita sungguh-sungguh merupakan kesatuan dengan pria, maka Tuhan menciptakan wanita itu bukan dari bahan lain, tetapi dari tulang rusuk pria itu. 
  • Dalam Katekismus Gereja Katolik Artikel 371⎯373 disebutkan bahwa pria dan wanita diciptakan “satu untuk yang lain”, bukan seakan-akan Allah membuat mereka sebagai manusia setengah-setengah dan tidak lengkap, melainkan Ia menciptakan mereka untuk satu persekutuan pribadi, sehingga kedua orang itu dapat menjadi “penolong” satu untuk yang lain, karena di satu pihak mereka itu sama sebagai pribadi (“tulang dari tulangku”), sedangkan di lain pihak mereka saling melengkapi dalam kepriaan dan kewanitaannya. 

7. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang bermartabat. Sebagai makhluk yang bermartabat, manusia memiliki di dalam dirinya akal budi, rasa, hati dan kehendak. Manusia menggunakan akal budi untuk mencari kebenaran. Manusia menggunakan perasaan untuk menilai kebaikan. Manusia menggunakan hatinya untuk memutuskan apa yang baik. Dan manusia menggunakan kehendak untuk memilih kebaikan. Antara akal budi, rasa, hati dan kehendak ada penyatuan mutlak bagi manusia dalam mencapai kebaikan umum, yaitu nilai-nilai keutamaan hidup yang berlaku bagi semua orang. 

8. Manusia diciptakan sebagai citra Allah. Kata citra mungkin lebih tepat diartikan sebagai gambaran, sehingga manusia itu dapat dikatakan gambaran atau citra Sang Penciptanya, yaitu Allah sendiri.

9. Upaya untuk mewujudkan kesetaraan dalam masyarakat yang dapat kita lakukan adalah:

  • Mengakhiri diskriminasi terhadap semua wanita dan anak perempuan.
  • Meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam berbagai kegiatan.
  • Menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak baik di ranah publik maupun pribadi. Hal ini termasuk perdagangan manusia dan eksploitasi seksual pada perempuan dan anak.
  • Meningkatkan pelayanan umum dan kebijakan publik yang lebih pro terhadap perempuan.

10. Yang mencirikan bahwa manusia bermartabat sebagai pribadi berdasarkan KGK 357: 

  • Ia bukan hanya sesuatu, melainkan seseorang. 
  • Ia mengenal diri sendiri.
  • Ia dapat menjadi tuan atas diri sendiri.
  • Selalu mengabdikan diri dalam kebebasan.
  • Hidup dalam kebersamaan dengan orang lain.
  • Dipanggil membangun relasi dengan Allah, Penciptanya

Posting Komentar untuk "10 Pertanyaan yang Wajib Dipahami tentang Manusia Makhluk Pribadi dalam Pendidikan Agama Katolik"